Something called "Belajar"
Hari ini aku mendengar seorang guru
berkata kalau ilmu itu tidak boleh dihafal, tapi harus dimengerti. Saat mengajar,
beliau tidak langsung memberitahu, tapi memberikan satu demi satu petunjuk, dan
logika-logika kecil, agar kita diajak berfikir untuk mengerti mengenai suatu
ilmu. Beliau memberikan pemahaman-pemahaman dasar berdasarkan logika berfikir, sesuatu
yang kecil dari peristiwa yang sering terjadi sehari-hari, yang sebenarnya bila
kita kaitkan, kita akan mengerti mengenai suatu peristiwa alam, atau suatu
proses.
Aku merasa beliau adalah orang
yang sangat sangat sangat benar.
Dari awal aku sudah merasa ada
sesuatu yang salah dengan menghafal, karena memang aku tidak begitu mahir
menghafal, dan hanya dapat mengerti sesuatu dengan logika.
Aku merasa beruntung, karena ada
yang berfikiran sama denganku. Beliau membimbing muridnya untuk jangan selalu
menghafal, tapi memahami.
Seumur hidup aku berada di dunia pendidikan,
aku fikir ada sesuatu yang salah dengan sistem ini.
Banyak yang merasa lelah
Jenuh menghafal
Aku selalu berfikir bila
seseorang ingin selalu maju, fikirannya harus selalu diberi stimulus untuk dapat
selalu berfikir kreatif. Inilah yang pendidikan belum berikan. Stimulus-stimulus
kecil, yang membuat kita dengan penasaran selalu bertanya, “kenapa? Dan bagaimana?”
Ilmu harus dapat dijelaskan
dengan mudah, disampaikan sesederhana mungkin agar orang lain dapat mengerti dan
mengambil hikmah dari ilmu tsb.
Aku fikir inilah kenapa banyak
yang tidak mencintai ilmu dari awal. Banyak yang tidak menyukai sekolah, dan
belajar, dan ujian. Sesuatu yang berbau “pelajaran” terlihat menyeramkan dan
menyusahkan. Pada akhirnya banyak yang menghindari hal tersebut, atau bahkan
mencari jalan cepat dengan mencontek.
Orang-orang merasa belajar adalah
beban, bukan sesuatu hal yang menyenangkan.
Aku berfikir di masa lalu, mengapa teman2ku, dan bahkan sampai saat ini, ingin menjadi seorang pelukis. Aku
berfikir karena mereka “lari” dari ilmu yang selama ini mereka anggap sebagai sesuatu
yang sulit, yang selalu menghafal. Dan melukis adalah sesuatu yang bisa
dirasakan dan menyenangkan dibandingkan menghafal.
Aku berfikir, nantinya, aku ingin
memiliki lingkungan dengan generasi muda yang mencintai ilmu, yang mengerti fenomena
alam dengan memahami, yang mengerti kenapa matahari terbit dan tenggelam, mengapa
katrol bisa menaik-turunkan beban dengan mudah, mengapa ada gravitasi. Aku ingin
generasi muda dengan excited dapat
menjelaskan kenapa suatu peristiwa terjadi, dan bagaimana solusinya. Aku ingin,
diskusi yang terjadi di tempat makan atau berbagai tempat umum adalah diskusi
ringan dan menyenangkan mengenai penyelesaian masalah, atau membuat proyek tertentu,
dan bukan diskusi mengenai tokoh idola dari negara lain atau gosip tidak
menyenangkan dari artis tertentu.
I want them to embrace the science, passionately.
Aku ingin mereka mencintainya.
Ilmu seharusnya bukan di bangku,
tapi di pemahaman.
Aku ingin semua orang belajar
dengan senang, seumur hidupnya.
Mungkin ada beberapa daerah yang
sudah sampai disana, namun, semoga, semoga saja nantinya bisa terwujud di daerahku.
Insya Allah.
Salam,
Liris
Boleh juga cita2nya...
BalasHapusSetiap proses belajar melalui tahapan yg berjenjang: lihat, tahu, ngerti, paham, yakin, bertindak.
Ada yg merasa mudah, ada yg sukar, ada yg daya serap lambat, sedang, & cepat.
Jadi menghafal pun bagian dari proses tahapan belajar itu...